Badan Peradilan Agama (BADILAG) Mahkamah Agung Republik Indonesia (MA-RI) mengundang para ketua pengadilan tingkat banding dan tingkat pertama untuk menghadiri dan menyaksikan Dialog Antar Pengadilan Ditjen Badilag MA-RI dan Family Court of Australia melalui daring pada Selasa (12/04/2022) pagi dengan mengusung tema “Meningkatkan Penyediaan Informasi Layanan Pengadilan yang Berorientasi Pengguna”. Selain ketua Pengadilan Tingkat Banding dan Tingkat Pertama Badilag juga mengundang perwakilan dari badan peradilan di bawah Mahkamah Agung RI, dari AIPJ2 dan para peserta dari peradilan negara sahabat. Ketua dan Panitera Pengadilan Agama Simalungun turut dalam acara ini sebagai peserta.
Acara di buka dengan pembukaan dari Master of Ceremony (MC) dan pembacaan ayat suci Al Quran oleh Ketua Pengadilan Agama Bukit Tinggi. Kemudian acara dilanjutkan dengan pidato kunci serta dibuka secara resmi oleh Ditjen Badilag Dr. Drs. H. Aco Nur, S.H., M.H. Dalam sambutannya Dirjen Badilag mengucapkan terima kasih kepada peserta yang meluangkan waktu untuk menghadiri dan menyaksikan dialog internasional ini. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai sarana pertukaran informasi hukum dan peradilan di Indonesia dengan negara sahabat dalam bidang hukum khususnya. Dialog Internasional ini telah dilakukan 5 kali selama tahun 2020 sampai 2021. Ini artinya, Badilag telah menuju mewujudkan Peradilan Agama yang berkelas dunia melalui dialog internasional yang diadakan setiap tahunnya.
Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Wakil Ketua Pengadilan Agama Cikarang. Kemudian acara diserahkan kepada Yang Mulia Direktur Pembinaan Tenaga Teknis
Dr. H. Candra Boy Seroza, S.Ag., M.Ag. untuk memandu jalannya acara utama dengan narasumber Janelle Olney, Communication Manager, Federal Circuits and Family Courts of Australia, dan Drs. Arief Hidayat, S.H., M.M, Sekretaris Ditjen Badilag dan Tim IT Ditjen badilag MA-RI.
Narasumber pertama yaitu Janelle Olney, dan kedua Leisha Lister dari AIPJ2 Senior Adviser. Mereka memberikan informasi tentang membangun website di Australia dalam memberikan informasi kepada masyarakat. Dalam membangun sebuah website untuk informasi kepada masyarakat pencari keadilan. Dalam tampilan website, Australia memberikan banyak gambar dan grafik. Bahasa yang mudah difahami oleh pengguna dan dapat dengan mudah diakses oleh penyandang disabilitas yaitu pembaca teks ke suara, teks yang diperbesar, dll. Konten diatur secara khusus untuk audiens yaitu penggugat, pengacara, media.

Kemudian narasumber berikutnya yaitu Sekretaris Dirjen Badilag Drs. Arief Hidayat, S.H, M.H. beliau mengapresiasi pengadilan di Australia dalam membangun website untuk memberikan pelayanan kepada pencari pengguna keadilan. Penyajian informasi berupa website di Indonesia dengan Australia mungkin sedikit berbeda. Dimana pengadilan di Australia hanya ada 1 sedangkan di Indonesia ada sekitar 900 lebih pengadilan. Badilag sedang melakukan rebuild template website terbaru dan akan dilakukan penyeragaman tampilan website Badilag, pengadilan tingkat banding dan tingkat pertama. Sehingga penyampaian informasi kepada masyarakat pencari keadilan.

Dilanjutkan dengan tanggapan dari Yayasan PEKKA (pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga) ibu Fitria Villasahara. PEKKA mengapresiasi badilag dalam membangun website untuk memberikan kemudahan dalam mencari informasi baik pengadilan dibawah naungan Badilag maupun para pencari keadilan. PEKKA juga berterima kasih kepada Ditjen Badilag karena telah melahirkan inovasi yang memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk mendapatkan informasi terbaru. PEKKA menjelaskan masyarakat di desa belum sepenuhnya bisa mengakses dan menggunakan website serta aplikasi yang dibuat oleh Ditjen Badilag karena keterbatasan perangkat dan teknologi di desa. Sehingga masih banyak masyarakat yang belum mengetahui informasi yang disampaikan baik dari Ditjen Badilag maupun Pengadilan.
Kemudian tanggapan dari SAPDA (Sentra Advokasi Perempuan, Difabel dan Anak) yaitu ibu Nurul. Penyandang disabilitas juga berhak untuk mendapat informasi. Informasi adalah bagian dari layanan publik. Adanya kemudahan bagi perempuan disabilitas untuk mendapatkan informasi secara langsung/ tatap muka, dan/ secara tidak langsung tatap muka (secara tersistem / menggunakan aplikasi). Kemudahan 1) mengakses/ menjangkau, 2) memahami, dan 3) memanfaatkan informasi sesuai dengan kebutuhan pencari keadilan. Tujuannya adalah perempuan penyandang disabilitas mendapatkan keadilan sejak dari proses layanan awal peradilan perdata (agama) dan berjalannya proses penilaian personal untuk pemenuhan akomodasi yang layak. SAPDA juga memiliki hambatan yang sama dengan yang dialami oleh Yayasan PEKKA dalam membimbing anggotanya dalam mengakses informasi yaitu terkendala perangkat, jaringan dan biaya khususnya di daerah pedesaan. SAPDA mengharapkan fitur website yang baru dibuat ramah dengan penyandang Disabilitas.
Beberapa tanggapan dari Yayasan dan organisasi lain juga meminta untuk memberikan kemudahan dalam mengakses informasi untuk pencari keadilan di daerah terpencil dan jauh dari jangkauan akses internet dan para penyandang disabilitas di tingkatkan. (PTIP)

Sekretaris Pengadilan Agama (PA) Simalungun Anawiyah, S.Ag mengadakan rapat besama dengan tim pengelola anggaran PA Simalungun, yang terdiri dari Pejabat Penandatangan Surat Perintah Membayar (PPSPM), Bendahara Pengeluaran, Bendahara Penerima serta staf keuangan. Rapat ini diadakan dalam rangka melaksanakan revisi halam III DIPA, Senin (11/04/2022) di ruang Sekretaris.
Dalam rapat ini, sekretaris sebagai Kuasa Pengguna Anggaran berdiskusi untuk menyesuaikan pencairan anggaran dengan halaman III DIPA, selain itu juga percepatan realisasi anggaran triwulan II Tahun 2022. Sekretaris juga berharap agar tim pengelola anggaran dapat bekerja sama. “Saya harap kita semua dapat bekerja sama dan sama-sama bekerja untuk merealisasikan anggaran pada PA Simalungun di Tahun 2022, bila ada kendala ayo kita selesaikan sama-sama,” tutup Anawiyah, S.Ag. (PTIP).

Bempat di ruang media center, Ketua Pengadilan Agama Simalungun Sri Hartati, S.H.I., M.H melaksanakan rapat khusus tentang inovasi yang ada pada PA Simalungun, Jumat (08/04/2022), dengan dihadiri oleh Wakil Ketua dan seluruh aparatur PA Simalungun.
Dalam arahannya, Ketua PA Simalungun menyampaikan bahwa inovasi PA Simalungun juga dapat diunggah ke dalam media sosial. “Inovasi kita harus dikenalkan ke pengguna layanan, oleh karena itu perlu kita sosialisasikan, karena ini sebagai bentuk keterbukaan informasi yang meliputi pelayanan masyarakat. Saya berharap agar tim TI terus berkoordinasi untuk menyumbangkan ide kreatifnya untuk kemajuan PA Simalungun. (PTIP)

Tingkatkan tampilan website, Ketua Pengadilan Agama (PA) Simalungun Sri Hartati, S.H.I., M.H melakukan monitoring dan evaluasi (monev) website, Jumat (08/04/2022) di ruang Media Center, dengan dihadiri Wakil Ketua Alimuddin, S.H.I., M.H, dan seluruh pegawai PA Simalungun.
Dalam rapat tersebut, Ketua menghimbau agar semua anggota dalam tim website saling bekerja sama untuk kesempurnaan isi dan konten website PA Simalungun. “Saya harap, walaupun penilaian triwulan kita terhadap website sudah bagus, tolong jangan terlena, anggota tim tetap harus update kegiatan, tidak hanya di website, tetapi juga di media sosial kita lainnya”. Tutup Bu Ketua. (PTIP)

Ketua Pengadilan Agama (PA) Simalungun Sri Hartati dan Wakil Ketua Alimuddin, S.H.I., M.H sebagai Ketua Tim Zona Integritas (ZI) dan Akreditasi Penjaminan Mutu (APM) memimpin rapat koordinasi ZI dan APM, Jumat (08/04/2022) di ruang media center. Rapat ini dihadiri oleh seluruh anggota tim ZI dan APM PA Simalungun.

Dalam arahannya, Ketua PA Simalungun meminta agar semua aparatur ikut serta dalam pengisian eviden APM, agar tidak tergesa-gesa pada saat pemeriksaan. “Saya minta APM sudah mulai berjalan, karena ini merupakan tugas kita sehari-hari, dan Alhamdulillah tahun 2021 APM kita nilai A, dan ini merupakan salah satu syarat kita dapat mengikuti Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), untuk itu di tahun ini saya harap kita memulai untuk menyicil eviden APM. Insyaallah pak wakil sebagai koordinator akan memantau melalui pengawasan. Dan nanti tim akan membuat folder APM di data center kita, sehingga setiap pegawai dapat langsung mengisi eviden-nya”. Tutup Sri Hartati, S.H., M.H. (PTIP)


